toilet training

Pentingnya Toilet Training

Toilet traning bukan hanya soal pup ( buang air besar) ataupun hanya pipis ( buang air kecil ) saja lebih dari itu toilet training bisa menjadi moment-moment parenting yang mengikat ikatan orang tua dan anak semakin kuat. Sebelum membelikan toilet training perlu diperhatikan dulu apakah anak anda siap? Jika anak anda sudah siap diberikan toilet training segeralah berikan karena toilet training merupakan kegiatan penting .

Proses ketika anak belajar untuk pipis atau pup disebut toilet training bertempat di toilet seperti layaknya orang dewasa, transisi dari pup dan pipis di popok juga sangat berguna untuk mengetahui apakah anak tumbuh dan berkembang normal atau tidak. Tiap balita memiliki perkembangan dan kemampuan yang berbeda beda. Termasuk saat memulai toilet training. Pada saat berusia satu tahun setengah biasanya sudah anak sudah bisa memulai toilet training dan sempurna pada saat umur tiga tahun. Untuk memulai dan mengetahui apakah buah hati anda siap untuk diberikan toilet training adalah dengan melihat keadaan fisiknya dan emosionalnya.

Dari segi fisik apabila buah hati anda sudah mulai mampu mengontrol keinginan pup atau pipis . Biasaya hal ini jarang terjadi sebelum usia nya menginjak satu tahun enam bulan. Jika buah htai anda bisa memperlihatkan ekspresi manahan pipis seperti kelihatan gelisah atau menahan pup, dan bisa dilihat dari popok yang masih kering saat bangun tidur atau saat dipakai selama dua jam, dan tidak pup di popok selama malam hari, anak yang mampu melepas dan memakai pakaian serta mampu berkomunikasi dengan anda tentang cara pemakaian toilet, satu lagi adalah pup dengan waktu dan intensitas yang sama setiap harinya.

Jika yang tadi disebutkan adalah kesiapan fisik kesiapan emosional berbeda perlu waktu yang lama untuk mengetahui ciri-ciri saat mencapai kesiapan emosional adalah bila anak sudah bisa memberitahu jika popok nya mulai tidak nyaman dan dirasa sudah kotor dan ingin diganti dengan yang baru, menunjukan ketertarikannya terhadapa kegiatan anda memakai kamar mandi, biasanya juga balita lebih memilih celana dalam ketimbang popok, dan yang terpenting adalah anak bersemangat mengikuti kegiatan toilet training.

Nah jika sudah seperti itu anda bisa dsedikit demi sedikit melakukan toilet training untuk balita anda. Mulai mengajari posisi duduk yang benar saat di kloset atau pispot, stelah pup atau pipis ajari juga dia membersihkan alat kelaminnya memakai tangan kiri dari arah depan ke belakang, ajarkan balita menekan tombol flush setelah pup atau pipis untuk membersihkan kotoran di kloset ajak si kecil memperhatikan pembuangan air seni atau pup dari pispot ke kloset agar tahu bahwa pembuangan akhir tinja da air seni adalah di kloset, jika anda merasa si keil membersihkan bekas pup dan pipis nya tidak bersih maka anda harus bisa membantu untuk membersihkannya, setelah semua tahapan beres anda bisa ajarkan anak membersihkan tangan snya dengan sabun setelah buang air besar atau buang air kecil.

Pada masa toilet training biasakan memberi pujian dan hadiah tiap aktifitas nya berhasil dilakukan karena point ini berguna untuk kepercayaan dirinya di masa yang akan datang. Mengajari buah hati melakukan proses toilet training agar dapat menggunakan toilet memang butuh kesabaran, intinya jangan memaksa jika memang anak tidak ingin melakukannya. Bersabarlah hingga anak benar benar terbiasa tanpa popoknya, smoga artikel ini membantu ya.